POWER PUMPING WITH MEDELA (REVIEW MANUAL BREASTPUMP & NIPLE CREAM)

Ketika tahu di anugerahi anak kedua, aku & suami tiada henti bersyukur dan sangat bahagia menyambut kehamilan kedua ini karena memang harapan kami bisa memiliki 2 anak, agar Rain tidak sendirian di dunia ini nanti saat kami tidak ada lagi. Namun, di balik rasa bahagia yang aku alami juga terselip rasa khawatir dan takut menghadapi proses menyusui ini. Kalau Mama lain bilang proses melahirkan itu yang paling menakutkan, bagi aku tidak. Aku lebih worry di proses menyusui karena diperlukan komitmen lama yaitu sampai 2 tahun dengan berbagai drama yang ada. Mulai dari naik turun nya produksi ASI, puting yang lecet, baby yang bingung puting atau perlekatan nya yang tidak pas. Bahkan sampai perjuangan melawan ngantuk berat di malam hari untuk menyusui atau sekedar pumping.

Belajar dari pengalaman di anak pertama dulu, aku cukup tahu kalau ingin aman stok ASIP, aku harus kejar melakukan power pumping dini hari di awal-awal kelahiran. Untuk itu, memiliki beberapa breastpump serta piranti menyusui lain nya wajib aku persiapkan secara seksama. Aku memiliki 2 jenis Breastpump (BP) yaitu yang elektrik dan manual. Namun kali ini aku mau review khusus yang manual yaitu Medela Harmony type Manual 2-phase breast pump dan Nipple Cream nya Medela, Purelan untuk meng antisipasi lecet puting akibat pumping yang berlebihan atau pun karena hisapan menyusui bayi kita.

ISITILAH EPING

Eping atau exclusive pumping adalah sebutan untuk mama yang dalam pemberian ASI nya melalui botol susu atau media lain. Pengeluaran ASI nya di lakukan dengan melakukan pumping menggunakan Breast Pumping. Hal ini biasa nya terjadi karena ada beberapa hal, di kasus aku adalah karena :

  1. My baby Ivy lahir semi prematur (25week?) dengan BB hanya 2,6kg jadi aku mengejar kenaikan BB nya dengan harus banyak memberikan ASI, agar terkontrol berapa ml yang masuk maka pemberian menngunakan takaran seperti cawan ASI dan Botol susu menjadi pilihan ku.
  2. Anatomi puting ku kedua nya not baby friendly 😀 Kedua nya besar lebar dan bahkan yang kiri “mendem” dan sekali nya terangsang keluar dia seperi kawah gunung berapi, besar dan lebar sehingga di awal2 Ivy lahir tidak fit in di mulut kecil nya.
  3. Gagap perlekatan (latch on) baik aku maupun Ivy. Aku type nya keringetan banget dan gak tahu kenapa bawaan nya nervous selalu setiap mau direct breast feeding (DBF) jadi seperti nya membuat Ivy tidak nyaman dan dia pun nangis terus dan lepas-lepas latch on nya Sebetul nya hal yang mirip ini ulangan dari kejadian anak pertamaku. Tapi dulu aku bertekad DBF sampai usia Rain 3 bulanan namun aku jadi nya baby blues, hehehe. Dari awal sudah langsung eping agar aku tidak stress dan produksi ASI terus meningkat.

POWER PUMPING

Ini adalah istilah “meniru” frekuensi bayi saat growth sput yaitu di mana bayi menyusu lebih lama dan sering. Hal tersebut meningkatkan keluarnya hormon prolaktin dari kelenjar pituitary, sehingga meningkatkan produksi ASI. Teknik ini biasanya digunakan untuk meningkatkan produksi ASI pada saat kita sudah mulai menurun produksi ASInya. Ini yang aku lakukan dan berdasarkan refrensi beberapa pengalaman Ibu lain nya dan rekomendasi konselor ASI ku :

  • Pompa ASI selama 20 menit, lalu istirahat 10 menit 
  • Pompa ASI 10 menit, istirahat 10 menit, pompa lagi 10 menit 
  • Pompa ASI selama 10 menit, lalu istirahat 10 menit dan begitu seterusnya 
  • Minimal satu jam setiap hari selama 3 hari berturut-turut 
  • Letakkan pompa di dekat kita, setiap lihat pompa, pompalah ASI 5-10 menit. Lakukan hal ini setiap 45 menit

Di luar sesi power pumping ini, tetap lakukan pumping seperti biasa, misalnya pompa 20 menit, tiap 3 jam. Menurut ahli nya hasil pada setiap orang akan bervariasi ada yang berhasil dalam waktu 3 hari namun ada juga yang baru berhasil setelah 7 hari. Di aku hal ini berhasil di sekitar hari ke 4 namun efek nya nipple ku pecah dan lecet. Karena memang anatomi niple ku yang besar dan lebar ini riskan banget untuk lecet apalagi kalau breast pump yang aku gunakan tidak cocok dengan contour PD ku.

PUTING LECET

Drama puting lecet pun aku lalui. Lecet nya kali ini agak sadis, ada bagian di PD kiri bawa sobek *nangis. Kebayang yah Moms lagi di kejar setoran eh malah lecet parah gini. Pertolongan pertama aku olesin dengan ASI ku sendiri dan minta Ivy ngisep-ngisep biar air ludah nya membantu proses penyembuhan. Agak berkurang lecet nya tapi lama sembuh. Akhirnya aku putuskan menggunakan Purelan Medela yang memang sudah aku siapkan untuk antisipasi hal ini. Ini aku pakai dari zaman anak pertama dulu.

PURELAN MEDELA

Terbuat dari 100% Lanolin murni, tanpa bahan tambahan dan pengawet, membantu melembabkan puting lecet dan kulit kering selama kehamilan maupun menyusui. Tidak perlu dilap saat menyusui karena tidak berbahaya bila tertelan oleh bayi kita. Juga aman digunakan pada bayi apabila bayi mengalami kulit kering, bibir pecah-pecah, dan hidung kering karena flu (hidung meler) yang berkelanjutan.

Lanolin adalah bahan alami yang didapat dari minyak bulu domba yang dicukur. Cara Menggunakan:

  • Cucilah tangan kita sebelum menggunakan Purelan
  • Setelah menyusui sapukan asi di sekitar puting dan areola. Biarkan kering (kalau buru-buru kipasin aja Mom)
  • Kemudian gunakan Purelan
  • Tidak perlu dibersihkan sebelum menyusui kembali. Aku rutin menggunakan Purelan selama puting ku lecet bisa 5 – 7 kali sehari. Selesai pumping aku langsung oleskan dan saat mau pumping lagi aku usap PD ku dengan washlap yang sudah aku rendam di air panas (aku suka nya panas bukan hangat) untuk merilekskan PD ku dan sekalian saja untuk mengangkat sebagian sisa cream nya.

Hasil : 3 hari menggunakan Purelan Medela lecet ku mengering semua, kulit sekitar nipple ku yang tadi mengelupas karena kering jadi semakin lembab. Ini cream memang ampuh! Tapi memang selama lecet aku mengurangi aktivitas pumping ku biar proses penyembuhan nya bisa maksimal. Cobain aja Mom pakai Purelan Medela kalau kamu mengalami hal serupa seperti aku. Purelan ini ada 2 kemasan, ada yang ukuran 7gr & 37gr. Di kemasan nya jelas tertera Safe for Mom and Baby. No need to remove before breastfeeding.

BREAST PUMP MANUAL – VS – ELEKTRIK

Aku punya kedua nya baik yang manual maupun elektrik. Kenapa? Karena kedua nya mempunyai fungsi yang berbeda peruntukan nya. BP Elektrik aku gunakan di awal-awal pumping saat ASI ku lagi ngucur deras dan untuk pumping di luar rumah saat traveling terutama. Sedangkan Manual BP aku gunakan saat ini, saat aku melakukan power pumping karena beda tarikan manual dan elektrik. Menurut aku yang manual itu tarikan nya lebih dalam dan tidak sakit jadi kalau di saat melakukan power pumping ini lebih enak dan nyaman. Manual pumping itu lebih bisa menghasilkan hindmilk ASI nya yaitu bagian ASI yang mengandung lemak tinggi sehingga tekstur ASI kita lebih kental dan kuning. Penting sekali aku dapat ini agar BB Ivy bisa meningkat signifikan.

Medela Harmony type Manual 2-phase breast pump type Light

Aku mau fokus bahas Manual BP ku yang baru saja kau gunakan di 1 bulan terakhir ini. Saat Ivy melewati masa newborn nya (3 bulan) di mana dia sedang meningkat kebutuhan ASI nya eh produksi ASI ku malah mulai menurun. Aku siasati dengan power pumping eh malah lecet. After sembuh aku mulai lakukan lagi power pumping tapi kali ini aku menggunakan Manual Medela Harmony. Beda memang, tarikan nya terasa lebih dalam dan lembut, kekuatan tarikan nya juga lebih “ramah” karena manual jadi bisa aku siapkan dengan kemamopuan aku menerima nya, Kalau yang elektrik kan biarpun dia adalah 10 mode tarikan tetap saja tidak ada yang sesuai dengan kemampuan daya tahan ku. Saat aku membuka dus nya, isi nya terdiri dari 8 pcs yang sangat mudah untuk di rangkai.

Salah satu kelebihan Medela Harmony adalah desain tuas sedemikian rupa sehingga memiliki fungsi two phase expression (fase stimulasi dan fase memerah). Medela Harmony Light adalah versi simple/ekonomis dari Medela Harmony. Perbedaannya pada paketan pembelian (tidak disertakan calma nipple) dan warna tuas krem (sedangkan warna tuas medela harmony kombinasi putih-kuning).

Kelengkapan Medela Harmony Light: • Corong/Personalfit • Connector • Botol + solid lid • Tuas • Diafragma • 2 Membran • Valve • Dudukan botol
ada dudukan botol sehingga after pumping kita bisa taruh botol nya tanpa takut akan tumpah
Ini Valve nya yang paling suka rusak adalah di sini, tapi jangan kuatir Medela menjual spare part nya juga. Ini saat di cuci jangan di sikat keras yah Mom

Apa itu Two Phase Expression?

feature utama produk ini ada di Manual 2-phase breast pump nya

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ketika bayi menyusu langsung ke kita memiliki 2 fase; fase stimulasi (hisapan cepat) dan fase minum (hisapan lambat). Fase stimulasi (hisapan cepat) akan merangsang terjadinya LDR (let down reflex) dimana ASI keluar dari payudara dengan sendirinya. Setelahnya bayi hanya melakukan hisapan secara pelan dan dalam. Breastpump Medela Harmony Light didesain sedemikian rupa sehingga meniru pola tersebut. Desain tuas Medela Harmony memiliki dua tempat menggerakkan pompa (lihat gambar di bawah) pada bagian depan dan belakang tuas.

Fase 1 (stimulasi) dilakukan dengan cara menekan tuas bagian depan. Hal ini akan menghasilkan pompaan yang cepat dan pendek untuk menstimulasi Ibu terjadinya LDR.

Ini fase 1 : tekan tuas pendek yang di depan saat memompa

Ketika LDR telah terjadi bergantilah ke langkah kedua (fase 2) dengan cara menggerakkan tuas bagian belakang. Hasilnya adalah pompaan yang pelan dan panjang. Ini adalah fasa mengumpulkan ASI.

Ini Fase 2 nya saat bayi mulai perlahan dan dalam menyusu nya

Well, kalau kamu mau tahu di mana bisa membeli produk ini langsung saja yah follow official instagram mereka di @medela_id, selain itu di sana juga sering sekali di update mengenai tips-tips menyusui yang tepat.

Alhamdulillah…. 150ml 2PD selama 45 menit

Happy Breasfeeding All Mama, mau DBF or EPING sama saja tujuan nya, mana yang paling membuat kamu nyaman yang terpenting agar ASI kita mengucur dengan deras sehingga baby kita terpenuhi hak ASI nya selama minimal 6 bulan pertama nya. Semoga aku bisa lolos 2 tahun menyusui Riverain Avana Yuss Hutabarat. Aminnn.

Thank you! Love @vibrievb

#medela #medelaindonesia #purelan #purelanmedela #medelaharmony #reviewbreastpump #breastpumpmanual #medelabreastpump

3 Comments Add yours

  1. Medela Harmony ini emang the best, punya beberapa merk lain dan juga Medela yang Swing tapi tetep yang selalu dibawa ke mana-mana sampai dua anak sekitar 20 bulanan umurnya ya Medela Harmony itu. Praktis dan bisa diandalkan banget…

  2. Shady Jasmin says:

    Aku suma banget review nya Mom Vibrie. Detail dan dibawakan dengan real. Keep inspiring mom

  3. Belgie says:

    Reviewnya lengkap banget, selama ini aku pakai yg elektrik, aku jg pakai purelan medela pas lecet. Ditunggu review produk yg lain mom Vib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *