Gen #BAPUR : Generasi Bawa Puree Milna Delight

Duhh beneran deh saat di undang oleh Milna Delight aku sempet bingung juga nih dengan istilah campaign mereka yang terbaru, Gen BaPur. Gen BaPur itu ternyata singkatan dari Generasi Bawa Puree, sebutan buat para Mama yang baruuu aja anak nya masuk usia MPASI seperti aku ini, hehehe

Ayoo absen dulu siapa di sini yang umur anak nya mirip my baby Riverain Avana, yang baru aja menginjak usia 6 bulan? Aku mau ajakin kalian nih bikin WAG BaPur, biar kita bisa sehati seperjuangan sebagai emak-emak BaPur (bukan baper yahhh) so bisa sharing-sharing menu seru seputar per MPASI an 😀

Well, sebelum kita seriusin bikin komunitas Gen BaPur, aku mau shareee dulu nih seputar ilmu yang aku dapat saat menghadiri Milna Delight Blogger Gathering kemarin. Bertempat di sebuah café yang terletak di bilangan kemang yang kekinian pada tanggal 28 September 2019, Gathering kali ini mengangkat tema seputar Cara Mudah Makan Buah Zaman Now.

Pembicara utama adalah dr. Attila Dewanti, Sp. A (K) dari RS Brawijaya.  Dilihat dari title (K) yang artinya Konsulen menunjukan dr Atilla adalah dokter senior di bidang nya dan memang aku sudah beberapa kali bertemu dengan beliau yang merupakan pakar di bidang nya terutama tentang Pemberian MPASI.

Apa itu MPASI?

Mungkin sudah banyak yang tahu tapi tidak ada salah nya kalau aku refresh lagi yah. MPASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. MPASI berupa makanan padat atau cair yang diberikan secara bertahap sesuai dengan usia dan kemampuan bayi. Mulai dari MPASI bentuk makanan lumat, lembek sampai anak menjadi terbiasa dengan makanan keluarga.

MPASI yang baik itu harus memenuhi kriteria di bawah ini:

(1) Padat energi, protein dan zat gizi mikro yang tidak dapat dipenuhi dengan ASI saja untuk anak mulai 6 bulan.

(2) Tidak berbumbu tajam,

(3) Tidak menggunakan gula dan garam tambahan, penyedap rasa, pewarna dan pengawet.

(4) Mudah ditelan dan disukai anak

(5) Diupayakan menggunakan bahan pangan lokal dengan harga terjangkau

Kenapa sih Bayi butuh MPASI? Apa dari ASI saja tidak cukup?

Pada usia 6-12 bulan, kenyataan nya ASI hanya menyediakan ½ atau lebih kebutuhan gizi bayi, dan pada usia 12-24 bulan ASI baru menyediakan 1/3 dari kebutuhan gizinya sehingga MPASI harus segera diberikan mulai bayi berusia 6 bulan. Kebutuhan energi bayi tidak tercukupi kalau hanya melalui pemberian ASI saja.

Bagaimana Cara Pemberian MPASI?

METODE RESPONSIVE FEEDING

Kali ini aku akan meng highlight satu sisi penjelasan dr Atilla terkait teknik pemberian MPASI yang menurut aku perlu banget di jelaskan secara mendetail di tulisan ku kali ini yaitu tentang metode pemberian MPASI melalui Responsive Feeding.

Apa sih responsive feeding?

Metode responsive feeding merupakan salah satu metode memberi makan untuk anak kita dengan memperhatikan respon atau reaksi anak ketika makan. Metode ini termasuk metode memberikan MPASI yang direkomendasikan oleh WHO, IDAI serta Menteri Kesehatan. Beberapa prinsip dasari responsive feeding antara lain:

1.       Membantu bayi makan secara langsung/menyuapi

Pada metode ini kita bisa membantu menyuapi bayi secara langsung jika bayi belum bisa makan sendiri. Sedangkan jika bayi dirasa sudah memiliki koordinasi yang baik untuk makan, Kita bisa membantunya untuk makan sendiri. Saat memberi makan, Kita juga harus peka pada tanda anak merasa lapar atau kenyang. Jika anak tampak sudah kenyang, maka hentikan pemberian makan pada anak. Ciri anak sudah kenyang adalah : Memalingkan atau menutup mulut ketika melihat sendok berisi makanan, Menutup mulut dengan tangannya, Rewel atau menangis karena terus diberi makan atau bayi tertidur saat kita suapin. Dulu saat Rain MPASI beberapa kali saat di tengah-tengah di suapin Rain tidur, foto-foto nya lucu banget 😀

2. Sesuaikan tesktsur makanan dengan usia bayi

Sistem pencernaan bayi umumnya terbiasa dengan konsumsi ASI yang bersifat cairan. Saat pertama kali memberi MPASI, Kita bisa mengawalinya dengan memberikan makanan bertekstur cair atau sedikit kental. Seiring dengan perkembangan usianya, Kita bisa meningkatkan tekstur makanan bayi menjadi kasar. Nah, naik tekstur ini juga kita harus jeli yah Moms kapan kira-kira bayi sudha mulai bisa konsumsi makanan yang agak kasar.

3. Lakukan kontak mata saat makan

Saat makan, beri perhatian anak dengan cara lakukan kontak mata saat makan. KAdang kan kita sambal sibuk tuh mengerjakan hal lain atau main HP, nah ini tidak boleh yah Moms. Ini untuk mengajarkan agar anak menghargai makanan.

4. Minimalisir gangguan saat makan

Bantu anak untuk fokus pada makanan yang dia santap. Sebaiknya matikan televisi dan gangguan lain yang dapat mengalihkan perhatian anak saat makan, kasih saja mainan di atas meja kursi nya.

5. Beri makan bayi dengan sabar

Memberi makan bayi kadang harus berhadapan dengan mood dan fokus bayi pada hal lainnya. Untuk itu berikan makanan bayi dengan sabar, tunggu hingga ia selesai mengunyah satu suap makanan baru suapi dengan sendok berikutnya. Hindari menyuapi bayi dengan terburu-buru karena dapat membuatnya tersedak dan merasa suasana makan menjadi tidak menyenangkan.

6. Tak usah khawatir anak menolak makanan

Wajar jika anak menolak makanan yang diberikan. Hal ini bisa disebabkan karena anak masih asing dengan makanan tersebut atau makanan tersebut tidak menarik perhatian si kecil. Coba deh Mom di ubah tekstur dan kombinasi makanan dengan bahan lain agar lebih menarik. Yang terpenting, bahan makanan anak harus sesuai dengan kebutuhan gizi anak.

Nah, dari penjelasan dr Atilla di atas kita sudah punya gambaran bagaimana menyediakan MPASI yang tepat dan sehat buat anak kita. Saat mengikuti event ini, my baby Ivy baru saja menjalani 12 hari masa MPASI nya jadi banyak sekali ilmu yang aku dapat kan di sini. Kadang walaupun ini bukan anak pertama tapi tetap saja kita suka ragu dan butuh pencerahan kembali. Kemarin di hari pertama Ivy MPASI aku sempat galau mau kasih buah atau sayur dulu. Akhir nya aku googling sana sini dan mempelajari semua aturan MPASI terutama yang di sarankan oleh WHO dan IDAI. Ternyata memang harus di mulai dengan 4 bintang yaitu yang mengandung Karbohidrat, Protein Nabati, Protein Hewani dan Sayuran.

Untuk buah nya sendiri bisa menjadi selingan (snack) di antara jam makan yang satu dengan yang lain nya. Nah, untuk itu aku mau informasikan terkait dengan inovasi MILNA sejak tahun lalu ini yaitu MILNA DELIGHT, Pure Buah dalam kemasan plastik PERTAMA yang super praktis dan sehat di Indonesia.

MILNA DELIGHT, PURE BUAH PRAKTIS

Kalau kamu Mama Millenial yang bawaan nya pengen yang praktis nan simple namun tetap memegang teguh akan kesempurnaan gizi yang terkandung, rasa yang enak dan sehat buat kasih makan buah ke bayi maka kamu harus kenal dengan Milna Delight. Beneran deh, ini super praktis namun nutrisi di dalam nya terjamin seperti buah segar umum nya, bahkan lebih terjamin karena komposisi zat gizi nya sudah terstandarisasi.

Terbuat dari 100% Buah Alami, MILNA DELIGHT ini memang megang bangeeeet buat jadi andalan kita bawa puree ke mana-mana.

Unik nya rasa buah di dalam Milna Delight bukan hanya dari kreasi 1 buah melainkan kombinasi dari 2 – 3 buah di dalam nya.

Berikut 3 rasa Milna Delight, yaitu :

  1. Orange : Carrot, Apple, and Pumpkin
  1. Green : Banana, Strawberry, and Apple
  2. Red : Apple and Peach

Keunggulan Milna Delight ini dari yang sudah aku cobain ke Baby ku Ivy adalah :

  • 100% buah asli sehingga rasa manis yang di dapat alami bukan dari pemanis tambahan
  • Tidak mengandung bahan pengawet
  • Praktis, mudah di bawa ke mana-mana dan tidak gampang tumpah
  • Rasa nya di sukai oleh Ivy terutama yang warna Green
  • Mudah di gemggam oleh tangan kecil Ivy dan tidak ada sudut plastic tajam nya
  • Sudah ada no BPOM nya sehingga aman di konsumsi
  • Sudah ter sertifikasi Halal
  • Kandungan gizi nya telah terstandarisasi sesuai kebutuhan gizi usia anak MPASI
  • Mudah di dapatkan, gampang cari nya so kalau traveling bisa mampir di minimarket spt Indomaret & Alfamart pasti ada

Gen BaPur alias Generasi Bawa Puree

Back to my title di atas… Jadi Gen Bapur ini lahir dari hasil riset yang di lakukan oleh Milna kepada 400 reponden yang terdiri dari Mama-Mama yang memiliki anak usia 6 – 18 bulan bahwa fakta nya Anak Indonesia sudah terbiasa di berikan buah yang di haluskan (dalam bentuk pure) dan juga terlihat dari hasil penjualan Milna Delight sejak di luncurkan pertama kali di taun 2018 angka penjualan nya sangat baik dan terus meningkat. Bapak Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna menyampaikan, “Meningkatnya antusiasme konsumen Milna Nature Delight telah melahirkan GEN BAPUR atau Generasi Bawa Pure. Gen BAPUR adalah generasi Ibu zaman now yang telah mempercayakan Milna Nature Delight sebagai pilihan pertama Ibu untuk Cara Mudah Makan Buah si Kecil. Gen BAPUR ini akan didukung oleh Milna menjadi sebuah kampanye berskala Nasional dengan misi mendukung anak Indonesia untuk makan buah, kali ini melalui kampanye Cara Mudah Makan Buah Zaman Now

Selain dr Atilla, narasumber di acara ini juga ada Mommy cantik Tya Aristya yang sharing terkait pemberian MPASI kepada anak kedua nya
Hampers yang kami dapatkan seusai mengikuti acara
Andalanku sekarang kalau traveling tinggal bawa Milna Pure Delight, praktis!

Untuk itu di tahun 2019 ini Milna Delight melakukan campaign membentuk komunitas Gen BaPur dan tentu saja sebagai mamak millennial yang memang lagi di masa nya membawa pure ke mana-mana saya harus join di komunitas ini bahkan kalau perlu jadiketua gank nya 😀 siapa mauuu join? Hehehe

Langsung aja yah follow Instagram MILNA untuk mendapatkan updating informasi terkait promo-promo dan keseruan lain. Sampai ketemu yahh di playdate an kita nanti Gen BaPur :*

Salam,

Vibrievb

#BAPUR #MilnaNatureDelight #CaraMudahMakanBuah #Milna #MomBlogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *