PERTOLONGAN PERTAMA KETIKA ANAK DEMAM #GAKPAKEDRAMA

Hai Moms,

Kali ini aku mau sharing mengenai hal yang relevan dengan keadaan saat ini, di mana penyebaran virus #corona sudah di tetapkan sebagai epidemic oleh WHO. Tentu saja ini membuat kita semua semakin kuatir bagaimana menjaga kesehatan anak-anak kita.

Salah satu gejala terpapar virus corona adalah ada nya demam yang di sertai permasalahan saluran pernafasan atas seperti batuk dan pilek. Namun, di tulisan kali ini aku mau membahas tentang demam nya terlebih dahulu. Demam secara umum yang menjadi gejala bila tubuh anak kita mengalami infeksi atau lain nya.

Demam Pada Anak

Berbeda dengan demam pada dewasa, biasa nya demam pada anak tidak di sebabkan oleh sesuatu yang berbahaya. Jika demam pada orang dewasa terjadi saat suhu tubuh mencapai 38-39 derajat celcius, demam pada bayi dan anak-anak terjadi saat suhu tubuh mencapai 37 derajat celcius hingga lebih. Jadi berbeda 1 derajat celcius. Dan biasa nya anak-anak cukup sering mengalami demam.

Ivy saat demam beberapa waktu yang lalu karena sering memasuki apa saja ke mulut nya saat merangkak -_-

Perbedaan ini di sebabkan oleh perbedaan suhu tubuh dan daya tahan tubuh anak-anak di bandingkan dewasa. Bahkan Demam pada anak bisa di kategorikan suatu pertanda yang baik karena ini tanda nya tubuh sedang melawan infeksi yang ada. Namun tetap harus di kontrol suhu demam ini, tidak boleh melebihi 38 derajat celcius. Pastikan Mom memiliki termometer suhu yah, jangan meraba-raba suhu demam anak dengan perasaan, harus akurat melalui deteksi termometer yang terkaliberasi.

Kenapa Anak-anak lebih sering demam di bandingkan dewasa?

Dari beberapa jurnal dan artikel kesehatan yang aku baca, hal ini bisa di sebabkan oleh beberapa hal yaitu:

  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Faktor resiko semakin tinggi saat Anak-anak sudah sekolah, karena sering melakukan kontak langsung dengan banyak orang yang mungkin di antaranya sedang tidak sehat.
  • Anak-anak yang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Pada case ini beberapa kali aku indikasikan terjadi pada babyku Ivy (11 bulan) yang sedang aktif2 nya merangkak sana-sini. Kadang nemu apa saja di lantai langsung di masukan ke mulut 🙁
  • Bayi yang sedang mengalami tumbuh gigi
  • Bayi yang baru saja melakukan vaksinasi tertentu

Lalu gejala demam pada anak itu seperti apa yang harus kita waspadai?

  • Mudah marah, rewel, dan lesu.
  • Suhu tubuh mencapai 37 derajat  celcius atau lebih
  • Nafsu makan menurun.
  • Menangis lebih sering.
  • Bernapas dengan cepat.
  • Kebiasan tidur atau makan mengalami perubahan.
  • Mengalami kejang.
  • Merasa lebih panas atau lebih dingin daripada orang lain di ruangan yang terasa nyaman.
  • Mengalami nyeri tubuh dan sakit kepala.
  • Tidur lebih lama atau malah mengalami kesulitan tidur.

Kalau anak demam nya masih di kisaran 37 derajat celcius dan belum terlalu rewel jangan dulu yah Moms di kasih obat atau ke dokter. Coba lakukan beberapa hal di bawah ini yang menurut aku works banget buat nurunin demma secara cepat :

  1. Berikan anak ASI (bila masih menyusu) atau susu nya lebih banyak, di sertai air putih yang cukup
  2. Lakukan skin to skin contact. Buka baju anak dan baju kita lalu dekap agar kulit anak dan kita bersentuhan. Biarkan sampai demam turun. Ini membantu saat anak panas, secara otomatis suhu panas dari tubuh anak akan ‘mencari’ permukaan lain yang lebih dingin, yakni kulit ayah atau ibunya. Nah, setelah panas anak terserap oleh orang tua, demamnya akan berangsur-angsung menghilang. Permukaan kulit ayah atau ibu yang jauh lebih luas daripada anak akan mampu menyalurkan suhu panas ini ke seluruh tubuh sehingga ayah atau ibu tidak ikut demam juga
  3. Ganti baju anak dengan yang lebih tipis
  4. Situasikan kamar dengan suhu kamar yang tidak terllau dingin atau panas
  5. Lakukan kompres dengan Hansaplast Cooling Fever

Hansaplast Cooling Fever untuk Kompres Demam

Menarik sekali saat mengetahui bahwa sekarang tidak perlu repot-repot membuat kompresan air hangat akalu anak sedang demam. Cukup sediakan saja Hansaplast Cooling Fever Moms di kotak P3K. Keunggulan Hansaplast Coolin Fever ini adalah sebagai berikut :

  • Praktis, tinggal buka plester nya dan bisa langsung di pakai ke kening anak, tidak perlu sibuk mempersipakan handuk dan air hangat
  • Terbuat dari Hydrogel yang terbukti lembut di kulit dan mampu melekat erat
  • Bisa di berikan pada kulit anak yang sensitif sekalipun
  • Memiliki aroma Pepermint & Wintergreen Oil yang lembut, mampu memberikan efek relaksasi agar anak dapat ber istirahat dengan nyaman dan #GakPakeDrama rewel
  • Sekarang ada edisi Disney Frozen & Marvel loh Moms di mana di bagian atas plester nya ada karakter favorite anak-anak kita sehingga bisa menjadi pengalih perhatian agar anak-anak menjadi lebih tenang
Permukaan hydrogel nya sangat lembut dan mamu men-dispersikan panas tubuh dengan baik

Cara Penggunaan Hansaplast Cooling Fever :

  1. Bersihkan kulit dan usap dengan lembut segala kotoran / pasir, Moms bisa gunakan tissue basah namun pastikan setelah itu kulit harus kering
  2. Lepaskan plastik transparent yang menempel pada hydrogel
  3. Tempelkan Hansaplast Cooling Fever pada kulit yang bersih dan telah kering tadi

Nah, aman donk yah sekarang… kalau anak demam tidak perlu drama lagi mesti kompres2 ribet pakai handuk basah. Langsung saja pakai Hansaplast Cooling Fever yang super praktis, efektif dan kekinian banget, hehehe. Cocok buat penanganan awal demam pada anak-anak mommy millennial jaman sekarang 😀

Detail mengenai Hansaplast Cooling Fever bisa Moms cari tahu juga di www.hansaplast.co.id atau bisa follow instagram resmi mereka di sini . Semoga sharing kali ini bermanfaat yah Moms untuk tamabhan pengetahuan kita di musim demam saat ini.

Salam sehat dan semoga epidemic virus corona ini segera berlalu dengan baik. Stay healthy Mommy!

xoxo @vibrievb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *