Pilih Popok Kain atau Pospak ya? #MerriesSmilePants

Kehidupan parenting sehari-hari terutama yang memiliki bayi usia di bawah 6 bulan pasti tidak jauh-jauh dari penyediaan ASI dan penggantian popok yah Moms :D. Saking tingginya perputaran penggunaan popok pada bayi baru lahir, membuat kita harus cermat banget memilih popok terutama popok sekali pakai (selanjutnya aku singkat pospak/diaper). Hal itu tentu agar tidak mengiritasi area genital bayi yang memang sangat mudah ruam dan teriritasi. Itu juga yang menjadi concern aku loh. Berhubung anak kedua aku, Ivy, saat ini baru menginjak usia 5 bulan saat tulisan ini aku buat.

Peralatan tempur aku sehari-hari

Bicara soal popok pasti langsung kepikiran, mmhh lebih baik aku menggunakan popok kain atau pospak yah?

Ini adalah beberapa keunggulan dan kekurangan penggunaan popok kain:

Popok kain tersedia dalam bermacam-macam jenis bahan, seperti bahan katun, flanel, dan lainnya. Popok kain akan membuat cucian kita menjadi banyak. Setiap bayi buang air kecil maupun buang air besar, kita harus segera menggantinya. Dalam sehari, kita bisa mencuci 10 popok kain atau lebih untuk bayi yang baru lahir. Bahkan cuci nya itu bukan hanya popok nya saja melainkan juga bedongan atau selimut dan celana yang ikut basah kena ompol harus dicuci juga. Kalau sehari 10 kali pipis kaliin 3 yah (popok + bedongan + celana) total bisa ada 30 lembar cucian loh per harinya. Serem :D.

Selain itu, kita memerlukan detergen lebih untuk mencuci popok ini sampai bersih. Belum lagi tenaga dan waktu yang harus disiapkan untuk aktivitas ini. Kalau kamu tidak memiliki Mbak yang membantu, akan sangat menguras energi dan waktu dalam hal pencucian dan penjemurannya nanti. Apalagi Ibu baru melahirkan itu capek banget loh, harus banyak tidur kalau ada kesempatan supaya ASI nya tetap deras mengucur. Belum lagi kalau kita tinggal di apartment dengan space menjemur yang sangat terbatas atau di landing house tanpa halaman untuk menjemur. Sedihnya lagi kalau musim penghujan susah sekali membuat popok kain dan bedongannya kering.

Soal biaya yang dikeluarkan hemat mana popok kain atau pospak sih menurut aku relatif yah karena untuk pembelian popok kain saja cukup banyak menyita uang plus detergen bayi juga tidak murah. Belum biaya listrik atau air yang digunakan. Menurut hemat aku, keuntungan menggunakan popok kain adalah hanya ini cara yang lebih alami dan ramah lingkungan dibandingkan dengan memakai popok sekali pakai. Walaupun detergen ex cuci popok nya tetap menjadi limbah rumah tangga kita ☺.

Kalau soal ruam popok gimana? Kata nya kalau pakai popok kain bisa mengantisipasi ruam popok? Ah siapa bilang? Popok kain juga bisa menimbulkan iritasi karena kotoran langsung bersentuhan dengan kulit bayi. Penyerapannya pun tidak sebaik pospak. Pada prinsipnya kita pun juga harus rajin mengganti popok bila bayi kita buang air kecil atau pup. Selama rajin ganti percayalah ruam popok tidak akan terjadi. Selain itu, tentu saja kamu harus detail yah dalam pemilihan diapers ini.

Aku sebagai Mama 2 anak yang saat ini cukup berpengalaman dalam trial semua merek diapers yang ada di pasaran Indonesia, bahkan pernah juga beli beberapa merek import untuk membandingkan daya serap, antisipasi ruamnya sampai ke harganya loh. Karena memang diapers  itu jadi salah satu kebutuhan dasar dalam aktivitas parenting sehari-hari.

Aku coba kalkulasikan yah untuk membandingkan apa benar lebih irit pakai popok kain dibanding pospak buat Ivy anakku yang berumur 5 bulan ini?

POSPAK Qty kebutuhan COST
Estimasi ganti pipis 5 – 6
jam sekali dalam sehari
4 lembar  
Estimasi pup 1 kali sehari 1 lembar  
Total selama 1 bulan 5 lembar x 30 hari =
150 lembar
 
1 Pack Merries uk M Pants isi 28pcs harga 100rb Total Butuh 5 pack
per bulan
      500,000
Total Biaya 100rb x 5 pak
     
POSPAK Qty kebutuhan COST
Estimasi ganti pipis 3 jam
sekali dalam sehari
8 set popok kain, bedongan & celana  
Estimasi pup 1 kali sehari 1 set popok kain, bedongan & celana  
Total selama 1 bulan Total 9 set per hari & butuh 120ml detergen bayi  
Harga detergen bayi 1L
merk SL**K 50rb / 1,2L
270 set x 3 = 45,083
lembar cucian
 
Setiap bulan butuh
3 botol detergen
                         150,000
Biaya Listrik untuk menggosok & mencuci                          125,000
Biaya Air untuk mencuci                  75,000
Gaji Mbak untuk mencuci
per hari 10rb
                         300,000
Modal membeli popok kain 20 pcs @15,000                          300,000
Modal membeli bedongan 10 lembar @30,000                          300,000
                         1,250,000

So,kalau sudah di buatkan tabel nya ini kebayang kan Moms betapa salahnya pemikiran pakai popok kain itu lebih irit, hehehe. Ini aja aku pakai hitungan nya detergent harga 50rb padahal aku biasa nya pake detergen yang 1L nya aja bisa ratusan ribu, hehehe. Dari hitungan di atas penggunaan popok kain 2 kali lipat lebih mahal ternyata dari penggunaan popok sekali pakai.

Eh, tapi jangan lekas berpikir cus yuk pakai diapers sembarang merk aja, jangan. Tetap aku rekomendasikan Moms semua benar-benar pilih diapers yang ideal dan berkualitas loh. Jangan sampai anak menjadi tidak nyaman akibat salah pilih diapers. Beberapa hal yang menjadi kriteria aku dalam memilih pospak biasanya pada permukaannya, apakah halus atau tidak. Daya serapnya juga harus menjadi pertimbangan. Serta cara mendapatkannya haruslah mudah. Soalnya  intensitas penggunaan nya tinggi so anytime habis harus mudah didapatkan.

Menurut pengalaman aku, kriteria tersebut ada pada popok MERRIES. Pospak yang saat ini Ivy pakai.  Laff banget sama brand pospak satu ini dari zaman anak pertama dulu.

DIAPER PANTS MERRIES

Pospak Merries memiliki dua tipe,  yaitu Merries Premium (ada yang bentuk tape & pants) serta Merries Good Skin (yang hijau, hanya bentuk pants). Kebetulan untuk My Baby Ivysaat ini aku masih menggunakan Merries Premium. Berat badan Ivy sudah hampir 7 kg jadi sudah menggunakan size M. Selain berat badannya sudah bertambah,  Ivy sekarang sudah sangat aktif, sudah bisa guling-guling dan sedang dalam tahap belajar merangkak.  Oleh karena itu, di siang hari aku menggunakan Merries Premium bentuk PANTS (celana) sedangkan di malam hari masih menggunakan yang TAPE (perekat). Supaya saat aku mengganti popoknya dalam keadaan tidur, lebih mudah dengan yang bentuk perekat Jadi aku memang stok 2 jenis Merries ini.

Apa sih beda nya penggunaan pospak bentuk tape dan pants?

Ini dulu jadi pertanyaan aku banget loh Moms saat anak pertama. Namun seiring dengan bertambahnya pengalamanku, aku jadi mengerti bahwa penggunaan tape & pants bukan hanya sekedar cara penggunaannya aja saja.

ini kalau pakai merk lain moms, kalau popok nya penuh dan berat langsung m,emberikan bekas garis2 pada pinggang

Seperti yang aku sampaikan di atas, saat siang Ivy sekarang pakai yang pants (celana). Berbeda dengan diaper lainnya, Merries Premium ini ban pinggang nya lebar dan nyaman sekali dipakai. Tidak menimbulkan bekas merah pada pinggang kalau kita kelamaan menggantinya. Bahkan Ivy terlihat tidak sesak walaupun perut penuh habis menyusu.

Ban pinggang Merries Smile lebih lebar dan lembut jadi tidak menimbulkan bekas kemerahan walaupun di pakai lama
Terlihat kan lebar nya ban pinggang Merries Smile

Saat Ivy sedang gerak aktif juga  karet tidak terasa mengganjal, tidak mudah melorot dengan posisi tetap tertahan di pinggang. Yang terpenting tidak meninggalkan bekas di kulit Ivy karena memang stretching banget.

Ini bedanya antara Merries dengan diaper merek lain yang pernah dipakai Ivy. Kalau kelamaan dikit langsung berbekas dan merah kulitnya. Ban pinggang nya itu kurang stretching sehingga dilema banget dalam menyesuaikan ukuran nya. Pakai S kalau perut lagi penuh jadi menekan banget tapi kalau pakai M masih kebesaran ☹. Padahal aku tidak suka melihat bayi pakai pospak yang kebesaran. Jadi pemilihan size buat Ivy aku pastikan selalu sesuai lingkar pinggangnya. Itulah mengapa penting sekali bagi aku memilih diaper yang lingkar pinggangnya stretching lebar.

Merries juga anti bocor. Jadi meskipun Ivy bergerak ke sana ke mari, aku enggak khawatir bakalan nembus.  Selain itu, pernah kami kebablasan tidur dan lupa ganti pospak Ivy di tengah malam, eh pagi nya dicek masih aman tuh gak sampai bocor, hehehe.

Keunggulan Merries Premium pants lain adalah ANTI NYELIP. Yup, gemes kan kalau lihat popok bayi suka kegeser-geser mau nyelip gitu, pasti bikin tidak nyaman juga. Nah, di Merries Premium pants ini ada renda anti selip nya. Penampilan pantsnya juga menurut aku enak dilihat.

Selain itu, kalau Ivy pup, kotoran tidak menyebar dan lengket ke kulit. Sehingga sangat meminimalisir adanya ruam. Hal itu karena bagian dalam Merries ini bergelombang yang berfungsi untuk mengangkat kotoran bayi sehingga kotoran tidak menempel pada kulit. Kulit Ivy pun tetap kering karena Merries punya semacam “terowongan udara” pada bagian karet pinggang (pada kerutan karetnya) yang bisa melepas kelembapan.

Paling senang itu juga di bagian depan tengahnya ada penanda pipis, kalau 2 garis kuning di luar telah berubah menjadi biru arti nya popok sudah penuh, harus diganti. Aku pun jadinya enggak harus bolak-balik ngecek, apakah sudah penuh atau belum.

Ini indikator bila popok sudah penuh

Oia, di bawah ini aku tampilkan guideline pemilihan ukuran popok berdasarkan sizing nya diaper Merries Premium & Merries Good Skin ya. 

Well, demikian review dari aku yah Moms. Semoga bisa sedikit memberikan wawasan baru dalam dunia per-popokan bayi :D.

Jangan lupa kalau Moms mau tahu lebih update mengenai diaper Merries Premium silakan klik link ini https://www.merries.co.di atau follow account Instagram nya di https://www.instagram.com/merriessmile.  Produk-produk Merries sih di mana saja sudah ada tetapi jika ingin mendapatkan secara online bisa klik https://merries.co.id/buy-now. Thank you sudah mampir ke tulisan aku dan sampai bertemu di ulasan aku selanjutnya :*

Xoxo,

IG @vibrievb


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *