#VIVATALKS : ISU KESETARAAN GENDER DI ERA MILLENIAL

Memasuki bulan Desember di penghujung tahun 2019 ini terasa istimewa bagi aku karena di tahun ini kembali gelar ku sebagai wanita semakin lengkap. Setelah mendapatkan kehormatan menjadi Ibu di tahun 2016, di tahun 2019 ini gelar ku naik tingkat menjadi IBU DUA ANAK, hehehe Peran sebagai wanita multitrasking benar-benar teruji saat kita memiliki lebih dari satu orang anak, apalagi kalau kalian aktif seperti aku… yang juga punya aktifitas super padat di luar kegiatan parenting sehari-hari sebagai Mompreneur, Blogger & juga Content creator.

Nah, bicara mengenai peran kita sebagai wanita terutama di era millenial ini kebayang gak sih kalau ternyata isu gender itu masih saja menghantui kita semua. Aku kembali mengalami hal ini saat baru saja melahirkan anak kedua. Ada beberapa orang di sekitar ku menyampaikan “Vib, kalau sudah punya anak dua seperti ini fokus yah berumah tangga, jangan kebanyakan keluar rumah biar anak-anak nya keurus” Sebuah penghakiman diri yang menurut aku tidak tepat di lontarkan kepada kami para Ibu ber anak dua.

Me & My Little Family

Ini bertentangan sekali dengan jati diri ku yang memang senang meng apresiasi diri dengan berbagai pencapaian hidup. Aku termasuk yang tak mau jalan hidupku didikte oleh masyarakat yang masih patriarkis dan konservatif yang melihat takdir perempuan itu ujung-ujungnya mengurus anak dan suami di rumah. Memang ini bukan kali pertama bagaimana sebuah generasi tua terlalu kaku dalam memandang gender.Kita memang tak bisa memukul rata bahwa semua orang di generasi sebelumnya terperangkap dalam alam pikiran yang tak adil gender. Namun, aku masih optimistis para generasi milenial sepertinya bisa bersikap berbeda soal gender.

Aku ingin tetap berkarya di luar sana …

Hype nya sosial media di luar sana sangat berperan dalam membantu kita meng edukasi mengenai kseteraan gender. Ketika Viva kembali mengadakan sesi Viva Talks yang khusus berbicara mengenai kesetaraan gender dengan tema PEREMPUAN BERDAYA INDONESIA MAJU ; PEREMPUAN DI ERA DIGITAL dan mengundang aku sebagai salah satu audience nya, aku langsung antusias meng iya kan. Penting sekali mendengarkan kembali esensi dari kesetaraan gender ini dan mendengarkan cerita-cerita inspirasi dari para pakar apalagi narasumber di acara Viva Talksini dasyat semua. Mereka yang berpengalaman di bidang nya. Bertempat di Hotel Millenium Kebon Sirih, acara ini berlangsung pada tanggal 3 Desember 2019.

Narasumber Viva Talks

Seyogya nya acara ini akan di buka oleh Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan namun Beliau last minute tidak bisa hadir dan di wakilkan Bp. Indra Gunawan selaku Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia

  • Bp. Eko Bambang Subiantoro selaku Chief of Research at Polmark dan Aliansi Laki-Laki Baru
  • Ibu DR Sri Danti Anwar selaku Pakar Gender 
  • Sharing seorang wanita ber prestasi Mbak Diajeng Lestari (Fouder Hijub)

Mari Kita mengenal lebih dalam mengenai GENDER

Beradasarkan arti harfiah yang aku sari dari Wikipedia, Gender adalah pembedaan peran, kedudukan, tanggung jawab, dan pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas menurut norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat. Gender tidak sama dengan kodrat. Jadi mesti di pertegas yah di sini bahwa gender itu adalah stigma yang di buat oleh pandangan masyarakat di sebuah generasi bukan KODRAT. Jadi kalau ada yang bilang sudah kodrat nya wanita di rumah saja itu salaaaah banget.

Memang di zaman baby boomers yaitu di era orang tua kita cara pandang mereka tentang peran kaum wanita lebih ke arah yang tidak jauh-jauh dari aktiviats rumah dan kasur saja. Rasa nya wanita berkarir atau memiliki prestasi di luar 2 area itu hukum nya haram. Nah, Pak Eko Bambang sebagai seorang pakar gender kembali menegaskan bahwa paradigma ini mulai bergeser di era millenial saat ini. Kita sebagai kaum Pria tidak bisa lagi berfikiran sempit dengan mendominasi atau membatasi wanita untuk bisa berdaya lebih. Bahkan sebagai Pria yang pintar, seharus nya kita harus mampu membaca kelebihan wanita kita. Bila memang kesempatan lebih banyak datang untuk pasangan kita maka kita harus mendukung nya.

Ada satu statement yang aku suka saat aku browsing mengenai gender ini yaitu : “daripada mengikuti peran gender secara tradisi, kaum muda menafsirkan makna gender menurut pemahaman pribadi mereka masing-masing.” Dulu kalau kita melihat ada suami sedang membantu istri nya melakukan kegiatan rumah tangga seperti menggendong anak. Menyuapi anak atau hal lain nya pasti komentar yang keluar “Itu istri nya mana sih, kok mau-mau aja yah di suruh momong anak” tapiiiii kalau kami generasi millenial melihat hal ini, yang keluar dari mulut kami adalah “Ya Ampuuun, itu sexy daddy bangeeet… semoga nanti aku dapat suami seperti itu’

Soo, pemahaman gender di generasi Millenial memang sudah mulai berubah dan teredukasi. Menyenangkan bahwa ini juga menjadi concern Menteri Pemberdayaan Perempuan, Bp. Indra Gunawan yang mewakili Ibu menteri juga menyampaikan di awal tadi bahwa Pemerintah Indoensia sangat mendukung wanita-wanita Indonesia untuk berkarya maksimal dan bahkan banyak memfasilitasi ruang untuk para wanita berkarya.

Narasumber inti berfoto bersama Bp. Henky dari Viva

Pesat nya industri kreatif sekarang justru di dukung banyak oleh para enterpreneur wanita yang berprestasi. Sebut saja Mbak Diajeng Lestari yang menjadi inspirator di acara ini, yang menutup sesi talkshow kali ini. Beliau adalah founder dari sebuah line muslim terbesard i Indonesia yaitu HIJUB. Mbak Diajeng menceritakan bagaimana dia memulai bisnis nya dari modal hanya ratusan ribu rupiah hingga kini ber omzet milyaran dalam setahun. Memang semua ini tidak lepas dari dukungan suami nya yang merupakan founder dari salah satu UNICORN besar di Jakarta yaitu Bukalapak. Impiaaan bangeeet yah pasangan ini. Suami sukses dan Istri juga sukses. Anak-anak pun terurus dengan baik.

Besar harapan aku iklim kesetaraan gender ini mulai berubah pandangan, tidak lagi kalau kita bicara gender mengarah ke negatif thinking mengenai peran wanita yang di batasi. Berharap ke depan nya kami para wanita bisa semaju pria dengan tetap di jalur kodrat nya. Tetap ingin menikah dan punya anak, sukses memiliki anak-anak yang sehat dan pintar serta mampu berkarya untuk mengapresiasi diri sendiri. Cita-citaku adalah menjadi Mommy yang sukses mengantarkan anak-anak ku menjadi pribadi yang kuat,baik dan sehat serta aku dapat tetap berprestasi di dunia luar, tetap di kenal oleh mereka di luar sana sebagai #mompreneur yang sukses.

Selamat hari IBU para Mommy Millenial di luar sana, please stay productive :* Xoxo, @vibrievb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *